suarasukabumi.net—SUKABUMI, Upaya pemulihan akses transportasi di wilayah selatan Sukabumi pascabencana cuaca ekstrem terus dikebut. Pada Selasa (7/4/2026), Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya mendampingi tim Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan kabupaten.

Ruas jalan yang ditangani merupakan jalur vital penghubung Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya dengan Desa Nangerang, Kecamatan Jampang Tengah. Akses ini menjadi urat nadi mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Langkah percepatan dilakukan guna mencegah lumpuhnya aktivitas masyarakat. Material longsor berupa tanah tebal yang menutup badan jalan membuat proses pembersihan membutuhkan alat berat dari DPU agar penanganan bisa berlangsung lebih cepat dan efektif.

Petugas P2BK Purabaya, Yanto Prayitno, mengatakan bahwa fokus utama kegiatan adalah membuka kembali akses jalan agar kendaraan roda dua maupun roda empat dapat segera melintas.

“Kami dari P2BK mendampingi langsung tim Dinas PU di lapangan. Fokus utama adalah membuka akses jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Neglasari dengan Desa Nangerang di Jampang Tengah yang sebelumnya tertutup material longsoran,” ujar Yanto di sela kegiatan.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPU, BPBD, pemerintah desa, hingga relawan setempat. Koordinasi ini penting untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan.

Pasalnya, kondisi cuaca di lokasi masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi, sehingga risiko pergerakan tanah masih perlu diwaspadai.

Meski akses jalan mulai terbuka, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati karena kondisi jalan masih licin akibat sisa lumpur di badan jalan.

“Alhamdulillah, giat hari ini berjalan lancar. Kami terus berkoordinasi agar jalur ini bisa benar-benar aman dan kembali normal 100 persen untuk dilalui warga,” tambah Yanto.

Langkah cepat yang dilakukan DPU dan P2BK ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai pembukaan akses tersebut sangat penting karena jalur itu merupakan akses utama menuju pusat kegiatan ekonomi dan pendidikan di wilayah perbatasan Purabaya dan Jampang Tengah.

Tim.