suarasukabumi.net–SUKABUMI, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi terus mendorong peningkatan kualitas produk Industri Kecil Menengah (IKM) agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satunya melalui pelatihan teknis bagi pelaku IKM pengolahan bambu yang digelar pada akhir April 2026.
Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 30 pelaku IKM pengolahan bambu yang berasal dari Kecamatan Caringin dan Kadudampit.
"Pelatihan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas produksi serta daya saing pelaku IKM, khususnya yang bergerak di sektor pengolahan bambu," ujar Dani, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi penyampaian materi teori, tetapi juga dilengkapi dengan sesi praktik langsung. Bahkan, Disdagin menyediakan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan peserta selama kegiatan berlangsung.
Dani menjelaskan, penyediaan bahan baku praktik dilakukan agar peserta dapat langsung mengaplikasikan teknik pengolahan bambu tanpa terkendala ketersediaan material.
Sementara itu, Petugas Penyuluh Perindustrian Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dhany Haryanto, mengatakan pelatihan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 28 hingga 30 April 2026.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik pembuatan produk furnitur berbahan bambu, seperti kursi dan meja. Metode pembelajaran dirancang secara spesifik dan terstruktur berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki masing-masing wilayah.
"Contohnya Kecamatan Kadudampit dan Caringin, di sana banyak bambu. Pelatihan dan praktiknya fokus terhadap bahan baku bambu. Dan hasilnya dari praktik yang dilakukan para peserta sangat memuaskan," kata Dhany.
Ia menilai pelatihan berbasis praktik menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kemampuan teknis pelaku usaha sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan kualitas yang lebih baik.
Menurut Dhany, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan standar kualitas produk IKM agar mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar, khususnya pada sektor kerajinan dan furnitur berbahan bambu.
Selain itu, pelatihan juga diharapkan mampu mendorong munculnya inovasi produk baru yang dapat bersaing di pasar lokal, regional, nasional hingga internasional.
"Sehingga dapat meningkatkan taraf hidup pelaku IKM. Pada pelatihan ini juga dijelaskan pentingnya penguasaan teknologi pengolahan yang lebih efisien bagi pelaku IKM pengolahan bambu," ungkapnya.
Dhany berharap para peserta dapat mengembangkan kemampuan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan produktivitas usaha dan memperluas pangsa pasar produk lokal.
Melalui program tersebut, Disdagin menargetkan pelaku IKM di Kabupaten Sukabumi dapat naik kelas dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Selain menyelenggarakan pelatihan, Disdagin juga menyalurkan bantuan peralatan kepada pelaku IKM bambu di Desa Cihanyawar, Kecamatan Nagrak. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung produktivitas dan pengembangan usaha para perajin bambu di wilayah tersebut.
Langkah itu diharapkan dapat memperkuat sektor industri kecil menengah berbasis potensi lokal sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah).
Naskah ini sudah disusun dengan pola berita online: judul yang menarik, lead kuat, kutipan narasumber, pengembangan informasi, serta penutup yang memberikan konteks dan harapan program.
Tim.
Suara Sukabumi