suarasukabumi.net–SUKABUMI, Kabupaten Sukabumi kembali memiliki destinasi wisata alam baru yang menawarkan keindahan panorama pegunungan dan suasana hutan pinus yang asri. Berlokasi di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, **Puncak Satia** hadir sebagai pilihan wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati ketenangan alam jauh dari hiruk pikuk perkotaan.


Destinasi wisata yang dikelola oleh Reni Mulyani bersama keluarganya itu resmi dibuka untuk umum sejak awal Maret 2025. Awalnya, lokasi tersebut hanya digunakan sebagai tempat beristirahat keluarga dan kerabat. Namun, tingginya minat pengunjung yang datang membuat pengelola berinisiatif mengembangkannya menjadi objek wisata terbuka.


“Puncak Satia ini mulai dibuka dua bulan yang lalu, tepatnya sejak awal Maret. Awalnya lokasi ini hanya tempat istirahat saja, tetapi karena banyak pengunjung, terutama teman-teman suami saya yang datang ke sini, akhirnya muncul ide untuk menjadikannya destinasi wisata untuk umum,” ujar Reni, Sabtu (31/5/2025).


Mengusung konsep wisata alam, Puncak Satia mempertahankan keaslian lingkungan sekitar sebagai daya tarik utama. Kawasan hutan pinus yang mengelilingi lokasi tetap dijaga kelestariannya sehingga menghadirkan suasana sejuk dan nyaman khas pegunungan.


“Kami menawarkan konsep kembali ke alam. Suasana di sini masih sangat asri karena kami mengembangkan potensi hutan pinus secara alami. Bangunan yang ada pun tidak dibuat permanen agar tetap menyatu dengan alam,” jelasnya.


Selain udara yang segar, pengunjung juga dapat menikmati panorama pegunungan yang membentang luas. Dari kawasan wisata ini, wisatawan dapat menyaksikan keindahan Gunung Gede dan Gunung Salak. Saat malam hari, pemandangan lampu kota dari kejauhan atau city light menjadi daya tarik tersendiri yang menambah pesona kawasan tersebut.


“View ini menjadi salah satu keunggulan Puncak Satia. Selain pemandangannya indah, udara di sini juga sangat segar,” tambah Reni.


Dari sisi aksesibilitas, lokasi wisata ini terbilang mudah dijangkau. Dari pusat Kota Sukabumi, perjalanan menuju Puncak Satia dapat ditempuh sekitar satu jam menggunakan mobil atau sekitar 45 menit dengan sepeda motor. Lokasinya juga cukup strategis karena berada tidak jauh dari wilayah perbatasan Kabupaten Cianjur bagian selatan.


Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, pengelola telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti kafe, area camping, toilet, mushola, hammock untuk bersantai, hingga fasilitas karaoke.


“Bagi pengunjung yang suka bernyanyi, kami juga menyediakan tempat karaoke. Selain itu tersedia area parkir yang cukup luas,” katanya.


Bagi wisatawan yang ingin bermalam dan menikmati suasana alam lebih lama melalui kegiatan berkemah, pengelola mewajibkan reservasi terlebih dahulu.


“Khusus untuk camping perlu melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun Instagram kami di @puncaksatia,” jelasnya.


Puncak Satia beroperasi setiap hari Selasa hingga Jumat mulai pukul 10.00 hingga 16.30 WIB. Sementara pada akhir pekan dan hari libur nasional, kawasan wisata dibuka lebih awal, yakni mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIB.


Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, hanya Rp5.000 per orang, wisatawan sudah dapat menikmati berbagai keindahan alam yang ditawarkan. Adapun tarif parkir kendaraan ditetapkan sebesar Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.


“Untuk kendaraan roda empat, akses parkir sudah bisa langsung sampai ke lokasi,” ujar Reni.


Dengan suasana yang tenang, panorama alam yang memanjakan mata, serta fasilitas yang cukup lengkap, Puncak Satia berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan baru di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan udara segar pegunungan.

Tim.